Distributor Resmi produk CellMaxx di Indonesia.

Minggu, 20 Desember 2015

STEM CELL THERAPY


Apa itu Stem Cell?

Stem cell adalah sel induk yang berfungsi untuk membentuk sel baru. Ada beberapa jenis stem cell, diantaranya adalah adult stem cell dan embryonic stem cell. Adult stem cell adalah sel induk yang sudah dewasa, artinya sudah memiliki fungsi spesifik dan hanya mampu membentuk beberapa jenis sel yang segolongan (multipotent), misalnya stem cell jantung hanya dapat membentuk sel otot jantung, sel otot polos dan endotel

Embryonic Stem Cell

Embryonic stem cell adalah sel induk (sel punca) yang merupakan cikal bakal atau sel mula-mula yang berkembang biak membentuk seluruh organ tubuh makhluk hidup (pluripotent). Stem cell inilah yang terus menerus membelah diri sehingga terbentuk janin yang kemudian lahir sebagai bayi. Pada plasenta atau ari-ari pada bayi yang baru lahir terdapat stem cell. Sebagian pakar menggolongkan stem cell dalam placenta sebagai adult stem cell, namun ada pakar yang menggolongkannya sebagai embryonic stem cell karena potensinya yang bersifat pluripotent. Kini sudah banyak pasangan muda yang menyimpan plasenta bayi yang baru dilahirkan di bank plasenta di Singapore maupun di Jakarta. Walaupun biaya penyimpanan dan penggunaannya sangat mahal, banyak pasangan muda yang memanfaatkan fasilitas ini karena saat bayi beranjak dewasa dan terkena penyakit yang mematikan, maka plasenta bayi tersebut dapat digunakan untuk terapi penyembuhan.

Terapi dengan Stem Cell

Stem Cell Therapy adalah suatu terapi yang belakangan ini banyak dibicarakan di dunia kesehatan dan kedokteran baik Barat maupun Timur. Selain hasilnya yang sangat menakjubkan, persentase keberhasilan terapi ini juga cukup tinggi. Sudah ada ribuan orang yang telah merasakan keampuhan terapi ini. Ada pasien yang sudah belasan tahun lumpuh kini sudah bisa berjalan lagi,ada juga pasien yang sudah puluhan tahun menderita diabetes dapat sembuh total padahal sudah diklaim diabetes belum ditemukan obatnya untuk bisa sembuh,ada banyak juga penderita berbagai jenis penyakit kanker stadium 4 yang sembuh setelah menjalani Stem Cell Therapy.
Stem cell therapy merupakan terapi yang sangat ampuh untuk mengatasi penyakit Degeneratif seperti, Alzheimer, Parkinson, stroke, diabetes melitus, khususnya Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM), aterosklerosis, infark miokard dan banyak penyakit degeneratif lainnya serta penyakit Auto Immune seperti Lupus dan lain-lain. Para ahli menyatakan bahwa stem cell therapy merupakan terapi terbaik untuk mengatasi penyakit degeneratif dan Auto Immune. Bahkan kemampuannya menyembuhkan penyakit yang diakibatkan karena kerusakan syaraf dan kerusakan jaringan sel sangat mengejutkan dunia medis, seperti Spinal Cord Injury, kelumpuhan, kebutaan karena putusnya syaraf mata, dan kebutaan karena bola mata rusak akibat tersiram asam sulfat.























Asal usul Stem Cell dan kegunaannya untuk menyembuhkan penyakit.

Reverse Aging

Stem cell therapy bukan hanya bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit yang selama ini tidak bisa sembuh dan tidak bisa terobati, namun juga sangat bermanfaat untuk Reverse Aging (kembali muda), cantik, menarik, bergairah, bugar dan energik. Kemampuannya untuk menggantikan sel mati dengan sel baru yang muda dan sehat sangat dibutuhkan bagi siapa saja yang ingin tetap cantik dan sehat, jauh dari sakit yang diakibatkan karena menurunnya fungsi atau kerusakan organ tubuh.

Penelitian Stem Cell

Melalui berbagai metode penelitian yang dilakukan oleh para pakar stem cell. Kini mulai dilakukan penelitian mengenai penggunaan placenta hewan, yaitu placenta tikus, kelinci, kuda, anjing, kucing, domba dan lain-lain sebagai bahan stem cell therapy. Bahkan sudah ada beberapa placenta hewan yang telah dipergunakan dan diproduksi besar-besaran sebagai bahan stem cell therapy, diantaranya placenta kelinci, domba dan rusa. Tak dapat dipungkiri bahwa stem cell therapy menggunakan plasenta hewan telah terbukti mampu mengatasi berbagai macam penyakit yang mematikan terutama penyakit Degeneratif (berhubungan dengan penurunan fungsi organ tubuh). Namun dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, para peneliti masih terus melakukan penelitian lebih lanjut apakah ada efek samping yang berbahaya dalam penggunaan plasenta hewani ini.

Metode Therapy

Mula-mula stem cell therapy dikenal menggunakan metode transplantasi dan injeksi, namun penggunaan metode ini membutuhkan biaya yang cukup besar, yaitu mulai dari Rp 300 juta untuk sekali terapi hingga Rp 20 milliar untuk 1 paket terapi. Setelah melalui penelitian selama 15 tahun, metode oral berhasil diterapkan. Beberapa tahun terakhir ini sudah ribuan orang yang mengalami berbagai macam penyakit yang menurut ilmu kedokteran sudah tak mungkin bisa disembuhkan, berhasil tertolong dan sembuh dari penyakit yang dideritanya. Biaya yang dibutuhkan untuk menjalani terapi metode oral ini juga relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan metode transplantasi maupun metode injeksi.


















Stem cell terbukti mampu mengatasi penyumbatan jantung.

Metode Oral

Bagi sebagian besar praktisi dibidang kedokteran dan medis stem cell therapy metode oral tidak mungkin dilakukan karena banyak kendala yang harus dilalui yang menurut disiplin ilmu mereka tidak mungkin bisa diatasi.
  1. Kendala pertama yang harus dihadapi para pakar stem cell untuk mewujudkan impian mereka menciptakan stem cell therapy yang murah, yaitu metode oral, adalah: bagaimana memasukkan sel hidup kedalam kapsul dan tetap hidup dalam jangka waktu yang lama. Kendala ini bisa teratasi dengan keberhasilan para peneliti menciptakan alat pendingin yang mampu membeku keringkan Stem Cell hingga minus 1960 Celsius dan teknologi pengisian kapsul dengan nitrogen sehingga stem cell bisa bertahan hidup dalam kapsul 3-4 tahun.
  2. Kendala kedua adalah: kapsul akan masuk melalui lambung dan stem cell akan rusak terkena asam lambung. Peneliti sekali lagi berhasil menciptakan teknologi lapisan enterik yang menyebabkan kapsul tidak larut terkena asam lambung yang bersifat asam, melainkan akan larut dalam usus kecil yang bersuasana basa sehingga seluruh isi dari kapsul bisa diproses di usus kecil.
  3. Kendala ketiga adalah molekul stem cell terlalu besar untuk bisa diserap dengan baik oleh dinding usus kecil. Peneliti kembali berhasil menciptakan teknologi emulsifikasi yang mampu mengecilkan molekul stem cell hingga 1:20 (satu berbanding dua puluh) namun stem cell tetap dalam keadaan hidup, sehingga stem cell dapat terserap dengan baik dan masuk ke aliran darah. Apabila stem cell berhasil masuk ke aliran darah dalam jumlah yang cukup banyak, maka efektifitas dan potensi stem cell untuk mengatasi berbagai macam penyakit maupun melakukan Reverse Aging tak perlu diragukan lagi.Untuk mengatasi berbagai kendala tadi, para peneliti dan dokter yang terlibat memerlukan waktu lebih dari 15 tahun dengan perjuangan yang extra keras serta biaya yang sangat besar sehingga karyanya patut kita hargai dan kita berikan apresiasi yang sangat tinggi karena karya mereka telah menolong jutaan orang. Namun masih ada sebagian lembaga kedokteran yang masih belum mau mengakui stem cell therapy metode oral ini.

Revolusi Terapi Stem Cell abad ini

Therapy menggunakan adult stem cell sudah digunakan selama puluhan tahun, namun karena biayanya yang sangat mahal dan prosedur yang sangat rumit, tidak banyak pasien yang mendapatkan kesempatan untuk menjalani terapi ini.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun, BCRO (Bio-Cellular Research Organisation) mengeluarkan pernyataan: “Stem cell therapy as a treatment for incurable and untreatable diseases now available Worldwide” (Terapi Stem Cell untuk menangani penyakit yang tak tersembuhkan dan tak terobati telah tersedia di seluruh dunia) Walaupun stem cell therapy sudah mulai dirintis sejak tahun 1931 oleh seorang pakar berkebangsaan Swiss yaitu Dr. Paul Niehans, sebagai anggota Papal Academy of Science, namun stem cell therapy baru dikenal dan ramai dibicarakan di seluruh dunia beberapa tahun terakhir ini karena biaya terapi yang tergolong sangat mahal, yaitu kisaran mulai dari Rp 300 juta sekali terapi hingga Rp 20 milliar untuk paket terapi penyakit tertentu.Hanya sebagian orang-orang tertentu saja yang tergolong mampu berkesempatan mendapatkan terapi ini.
Kabar baik bagi dunia kesehatan di dunia setelah adanya sekelompok ilmuwan dari Amerika Serikat yang telah berhasil menemukan mikroalga liar APHANIZOMENON FLOS AQUA (AFA) atau dikenal juga sebagai lumut hijau biru. Penjelasan tentang efektivitas tanaman ini telah banyak dibuktikan di ratusan journal medis, baik dari Amerika ataupun dari pihak ke tiga di seluruh dunia.
AFA terbukti sebagai tanaman ajaib yang dapat menjadi katalisator untuk mengaktifkan kembali tulang sumsum manusia sehingga mampu mengeluarkan atau memproduksi kembali stem cell induk dewasa untuk pertahanan tubuh manusia.
Studi klinis membuktikan bahwa tulang sumsum manusia berhenti memproduksi dan mengeluarkan stem cell induk dewasa pada saat mencapai usia 25 tahun. Kekurangan sel induk dalam darah akan menyebabkan manusia rentan terhadap berbagai jenis penyakit degeneratif seperti Diabetes, Darah Tinggi, Sakit Jantung, Kanker, Stroke, Gagal Ginjal, Alzheimer dan berbagai penyakit lainnya.
Stem cell induk dewasa yang diproduksi kembali oleh tulang sum-sum manusia itu sendiri akan berfungsi memperbaiki organ tubuh manusia yang sudah rusak dan terserang berbagai penyakit akibat kekurangan sel tadi sehingga mendapatkan perbaikan dan kesembuhan. Jadi dengan terapi menggunakan APHANIZOMENON FLOS AQUA (AFA)  Anda akan menjadi Dokter untuk Diri Anda Sendiri Dan Stem cell Yang Terbaik Adalah Stem cell Dari Tubuh Anda Sendiri.

CellMaxx dari MAXXIMA nutraceutical

MAXXIMA nutraceutical adalah perusahaan besar pertama yang bertanggung jawab membawa formula khusus ini ke Asia dengan merek dagang Cellmaxx dan CellMaxx menjadi produk berbahan baku APHANIZOMENON FLOS AQUA (AFA)  pertama di dunia yang diproduksi dalam bentuk bubuk pra campuran oleh Maxxima nutraceutical.
Kelebihan CellMaxx dalam bentuk bubuk pra campuran ini adalah mampu diserap oleh tubuh manusia sehingga 95 persen,Cellmaxx juga mengandung lebih dari 50 jenis Vitamin, Mineral, Klorofil, Asam Amino, 

Asam Lemak Esensial dan berbagai enzim penting yang tidak dapat diperoleh secara lengkap dari produk kesehatan lain di pasaran.
Cellmaxx sangat berpotensi untuk muncul sebagai The New Trend Setter In Town dan berpotensi menguasai pasar makanan kesehatan melalui kehebatannya tersendiri.

CellMaxx mampu memulihkan berbagai penyakit degeneratif seperti : Depresi, Asam urat atau Gout, Eczema, Autisme, Slip Disc, Alzheimer atau Stroke, Kanker dan Tumor, Penyakit Jantung, Darah Tinggi, Diabetes, Parkinson, Kegagalan Ginjal, Psoriasis, Katarak, Sakit Otot,Sinusitis dan berbagai penyakit Degenaratif lainnya.

Cellmaxx dengan formula khusus Bioaktifnya juga mampu memetabolisme protein serta mengeluarkan toksin dari tubuh. Ia juga sangat membantu sistem pertahanan tubuh untuk menentang pembentukan patalogi, ragi, jamur dan virus.
Studi klinis juga membuktikan setelah 60 menit pengambilan CellMaxx mampu mereproduksi 3 sampai 4 juta stem cell induk yang baru dengan sehat dan terjadi peningkatan sebesar 40% Netral Killer (NK) dalam tubuh manusia. (NK adalah benteng pertama pertahanan dari serangan kanker dan mampu membuat sel-sel kanker melakukan self destructive).

CellMaxx adalah hasil revolusi dunia kesehatan terbaru di abad ini, kini menangani penyakit degeneratif tidak diperlukan lagi biaya yang sangat mahal, prosedur yang rumit dan tanpa ketergantungan pada jarum suntik serta berbagai jenis obat-obatan.

Konsumsi CellMaxx secara rutin sehari 2x pagi dan malam,seduh dengan air dingin 100 ml.

STEM CELL THERAPY Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Fachry Ali

0 komentar:

Poskan Komentar